Voopoo Vinci. Salah satu device AIO yang pernah hype pada masanya. Seri Vinci memiliki varian yang cukup banyak, mulai dari Vinci R, Vinci 40w, Vinci X, hingga yang terbaru Vinci Air. Yang cukup menjadi incaran para vapers dulu adalah Vinci 40w dan Vinci X.
Apakah hype ini berbanding lurus dengan kualitas device ini sendiri? Silahkan simak baik baik tulisan saya.
Vinci 40w ini pertama kali saya dapatkan dengan harga 420 ribu diakhir tahun 2019. Boxnya terkesan sangat sederhana sekali. Begitu kita buka kotaknya kita mendapatkan device Vinci 40w beserta kartridnya. Terdapat juga dua buah koil dengan resistansi 0,3 Ohm DTL dan 0,8 Ohm MTL.
Serta satu buah micro usb cable untuk mengisi ulang daya baterai. Manual book, kartu garansi dan kartu otentifikasi chip GENE AI dari device tersebut.
![]() |
Isi box packaging Voopoo Vinci 40w PodMod |
Device ini memiliki kapasitas baterai sebesar 1500mah dan maksimal output power sebesar 40watt. Dan dibekali oleh chip GENE AI yang disebut sebut oleh Voopoo sebagai chip paling pintar diantara kompetitornya yang lain.
GENE AI ini mampu membaca resistensi koil secara otomatis dan men-set maksimal output sesuai dengan koil yang kita gunakan.
Vinci 40w memiliki fitur puff counter, time counter, hingga fitur lock button. Selain itu Vinci 40w juga dibekali dengan mode P yaitu push untuk memulai puff, mode auto tinggal hisap tanpa menekan tombol firing, dan mode A&P kombinasi kedua mode sebelumnya, bisa menggunakan tombol maupun langsung hisap saja.
Cartridgenya memiliki kapasitas yang cukup besar yaitu 5,5ml. Desain mouthpiece nya pipih dan finishing yang digunakan pada bagian body adalah gloss atau biasa disebut “kempling’ oleh masyarakat jawa. Secara build quality device ini memiliki kesan kokoh, elegan, dan mahal.
Varian OCC Coil Voopoo
Kalau kalian coba membuka website resmi dari Voopoo, kalian bisa melihat berbagai macam PnP coil untuk Vinci series ini, mulai dari PnP VM1 dengan resistensi 0,3 Ohm, PnP VM3 dengan resistensi 0,45 Ohm, PnP VM4 dengan resistensi 0,6 Ohm ketiga koil tersebut digunakan untuk DTL atau sederhananya digunakan untuk liquid freebase nicotine 3-9 mg.
Sedangkan bagi kalian yang ingin menggunakan liquid Saltnicotine atau style hisap MTL, terdapat dua koil untuk digunakan yaitu PnP R1 dengan resistensi 0,8 Ohm dan PnP R2 dengan resistensi 1,0 Ohm. Ada juga RBA base yang dapat kalian gunakan.
Fitur Tambahan & Aksesoris Non Resmi
Voopoo juga menyediakan fitur dimana kalian yang memiliki device vinci ini bisa melakukan update firmware untuk menggunakan mode RBA, sayangnya hal ini tidak bisa dilakukan apabila kalian menggunakan Vinci R.
Akhir akhir ini juga muncul aksesoris non resmi yang dikeluarkan oleh produsen lain yang kita kenal sebagai adaptor 510 untuk menggunakan RDA maupun RTA yang juga menggunakan pin konektor 510.
Yang nge-Hype Belum Tentu Bagus dan Enak
Karena sudah terlalu panjang saya menulis, langsung aja masuk ke Pros & Cons nya
Yang nge-Hype Belum Tentu Bagus dan Enak
Nah, sekarang berbicara mengenai pemakaian. Di Vinci 40w ini saya memakai koil 0,3 Ohm dipadukan dengan liquid CHZNANARILLA. Untuk mengisi liquidnya terdapat karet penutup pada bagian sisi bawah kartrid.
Pada saat pertama kali puff, flavor nya terasa sangat mantap. Layer by layer dari liquid cukup terasa dengan boosting rasa manis dari Occ Coilnya yang menurut saya terlalu berlebihan. Tapi rasa enak yang dihasilkan pod ini tetap tidak bisa menyamai produksi rasa dari RDA.
Power saya set pada 25 watt. Untuk pengaturan airflow terbilang sangat sederhana, karena kita hanya tinggal memutar kartrid 180 derajat saja. Tapi saya tidak merasakan perbedaan yang signifikan pada saat mengubah airflow.
Setelah 3 hari pemakaian, akhirnya saya mengalami vapetongue. Keadaan dimana lidah tidak bisa merasakan lagi rasa liquid. Hambar rasanya. Akhirnya saya ganti menggunakan liquid pod friendly Grape Berry by Hero 57 dan koil 0,8 Ohm.
Dari 3 hari pemakaian ini saya amati leaking cukup parah pada bagian bawah kartrid. Usut punya usut ternyata liquid merembes dari bagian bawah koil, tepatnya melalui karet seal bawah. Dan leakingnya cukup parah.
Wajib untuk kalian membawa tissue dan rajin-rajin untuk
mengecek agar pin atomizer tetap kering, bebas dari rembesan liquid.
Ketahanan Coil Yang Mengecewakan
Sekarang kita bicara mengenai ketahanan coilnya. Pada bagian depan kotak Vinci 40w ini terdapat tulisan 2 week usage record.
Tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi saya, dihari ke 5 performa koil menurun sangat drastis. Perlu dicatat bahwa saya tidak pernah chain vape dan watt yang digunakan sesuai dengan rekomendasi yang tertulis di bagian badan coil.
Entah apa yang salah. Dan ternyata beberapa teman saya pun mengalami hal yang sama. Koil tidak mampu bertahan mencapai 7 hari.
Body Licin
Dari finishing body device nya sebetulnya saya agak kurang nyaman, karena licin untuk dipegang dan finger print magnet. Ya, bekas jari tangan kalian bakal nempel di device nya, dan buat kalian yang perfeksionis device ini bakal mudah lecet dan baret-baret.
Karena sudah terlalu panjang saya menulis, langsung aja masuk ke Pros & Cons nya
PROS :
CONS :
- Device kokoh, elegan, terasa mantap ditangan
- Chip GENE AI, fitur puff counter, puff timer
- Bisa mode auto dan manual menggunakan tombol
- Kapasitas daya tampung liqudi cukup besar
- Kapasitas baterai internal 1500mah lebih dari cukup untuk pemakaian sehari
- Display berwarna
- Letak tombol yang cukup nyaman
- Terdapat RBA Base
- Leaking cukup parah
- Ketahanan koil yang bisa dibilang random
- Finishing body licin, fingerprint magnet
- Masih menggunakan micro usb
- Airflow yang tidak berasa perubahannya
Baca juga tentang : Review Voopoo NAVI. Apa Bedanya dengan Vinci?
​
Tags:
Review Pod & AIO Device